Senin, 09 November 2015

Keperawatan Jiwa "Halusinasi"


DEFINISI
Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa di mana pasien mengalami perubahan sensori persepsi, merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan atau penghiduan.

Kemampuan mengontrol halusinasi merupakan kesanggupan (potensi) menguasai persepsi sensori secara langsung, atau merupakan hasil latihan atau praktek.
Terapi yang digunakan untuk penanganan halusinasi adalah:

1. T
erapi Thought Stopping
           
Desain yang  digunakan  Quasi  experimental  pre-post  test  with  control  group”.  Variabel dalam penelitian ini adalah variabel independen: terapi thought stopping dan variabel dependen: kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi dan wawancara terstruktur.
Terapi tought stopping memberikan pengaruh yang bermakna terhadap kemampuan mengontrol halusinasi. Diharapkan dapat meningkatkan pelaksanaan terapi thought stopping dengan memperhatikan indikasi klien yaitu klien yang sudah mendapatkan asuhan keperawatan halusinasi serta membuat standar asuhan keperawatan dalam mengontrol halusinasi yang tepat.
2. Menghardik
           
Desain penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan menggunakan pendekatan One Group Pretest-Postest, dengan tehnik purposive sampling. Data dianalisis dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh menghardik terhadap penurunan tingkat halusinasi dengar.
3. Terapi Aktivitas Kelompok Orientasi Realita
            T
erapi yang bertujuan membuat pasien mampu mengidentifikasi stimulus internal maupun eksternal. Untuk menganalisis apakah terdapat pengaruh terapi aktivitas kelompok orientasi realita terhadap kemampuan mengidentifikasi stimulus pada pasien halusinasi
Sampel diambil dengan teknik pengambilan purposive sampling. Penelitian yang digunakan adalah pre eksperimen one-group-pre-test-post-test design dan data dikumpulkan dari responden menggunakan lembar observasi.
Kemampuan    mengidentifikasi stimulus pada pasien halusinasi sebelum diberikan TAK orientasi realita masih kurang baik. Namun, kemampuan mengidentifikasi stimulus pada pasien halusinasi sesudah diberikan TAK orientasi realita mengalami peningkatan dan ada yang tidak mengalami perubahan.
Dari terapi penanganan terhadap terapi tersebut disimpulkan bahwa kebanyakan hasil penelitian ini mempunyai implikasi yang bermanfaat bagi pelayanan kesehatan khususnya dibidang kesehatan jiwa untuk pasien skizofrenia yang mengalami halusinasi dengar.
Schizofrenia adalah diagnosis psikiatri yang menggambarkan gangguan mental yang ditandai oleh kelainan dalam persepsi atau ungkapan realitas.
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar